Wow….Pangeran Saudi beli lukisan Leonardo da Vinci senilai Rp 6 triliun
Suarabamega25.com – Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, dilaporkan membeli lukisan Leonardo da Vinci seharga USD 450 juta atau Rp 6 triliun. Pembelian tersebut dilakukan melalui pihak ketiga yaitu seseorang yang ditunjuk langsung oleh Pangeran Salman.
Menurut seorang sumber yang akrab dengan dunia seni di Timur Tengah, pembeli karya seni itu bernama Bader bin Abdullah bin Mohammed bin Farhan al-Saud, yang diketahui cukup dekat dengan Pangeran Salman. Bader sendiri tercatat sebagai pembeli resmi sementara Pangeran Salman disebut sebagai ‘pelanggan prioritas’.
Sebelumnya, media The Times melaporkan bahwa dokumen yang diberikan oleh sumber dari Saudi menunjukkan bahwa Bader tidak diajukan sebagai penawar sampai hari di mana penjualan dimulai di New York pada 15 November lalu. Rumah pelelangan Chirstie secara tergesa-gesa membangun identitas beserta kekayaan yang dimiliki.
Bader disebut sebagai pengusaha real estate dan telah memasukkan deposit senilai USD 100 juta untuk memenuhi syarat sebagai pelanggan dalam pelelangan.
Pembelian lukisan itu dilakukan saat Pangeran Salman menyerukan penahanan terhadap pangeran milyarder dan pengusaha atas tuduhan korupsi. Hal itu secara otomatis merusak citranya di mata publik. Sebab, Pangeran Salman tidak dikenal memiliki sejarah sebagai kolektor barang seni dan tidak memiliki sumber kekayaan yang diketahui publik.
“Fakta bahwa pangeran menghabiskan banyak uang untuk membeli sebuah lukisan saat dia seharusnya memimpin sebuah upaya untuk melawan korupsi, sangat mengejutkan,” Bruce Riedel, mantan perwira CIA, dikutip dari laman Middle East Eye, Jumat (8/12).
Selain itu, penjualan lukisan Da Vinci kepada keluarga kerajaan Saudi juga berisiko menyinggung negara yang konservatif itu. Pasalnya, dalam lukisan itu digambarkan sosok Yesus yang dikenal sebagai Nabi Isa dalam Islam. Banyak ulama di Saudi menganggap penggambaran artistik dari salah satu nabi adalah bentuk penghinaan.
sumber: merdeka.com
Menurut seorang sumber yang akrab dengan dunia seni di Timur Tengah, pembeli karya seni itu bernama Bader bin Abdullah bin Mohammed bin Farhan al-Saud, yang diketahui cukup dekat dengan Pangeran Salman. Bader sendiri tercatat sebagai pembeli resmi sementara Pangeran Salman disebut sebagai ‘pelanggan prioritas’.
Sebelumnya, media The Times melaporkan bahwa dokumen yang diberikan oleh sumber dari Saudi menunjukkan bahwa Bader tidak diajukan sebagai penawar sampai hari di mana penjualan dimulai di New York pada 15 November lalu. Rumah pelelangan Chirstie secara tergesa-gesa membangun identitas beserta kekayaan yang dimiliki.
Bader disebut sebagai pengusaha real estate dan telah memasukkan deposit senilai USD 100 juta untuk memenuhi syarat sebagai pelanggan dalam pelelangan.
Pembelian lukisan itu dilakukan saat Pangeran Salman menyerukan penahanan terhadap pangeran milyarder dan pengusaha atas tuduhan korupsi. Hal itu secara otomatis merusak citranya di mata publik. Sebab, Pangeran Salman tidak dikenal memiliki sejarah sebagai kolektor barang seni dan tidak memiliki sumber kekayaan yang diketahui publik.
“Fakta bahwa pangeran menghabiskan banyak uang untuk membeli sebuah lukisan saat dia seharusnya memimpin sebuah upaya untuk melawan korupsi, sangat mengejutkan,” Bruce Riedel, mantan perwira CIA, dikutip dari laman Middle East Eye, Jumat (8/12).
Selain itu, penjualan lukisan Da Vinci kepada keluarga kerajaan Saudi juga berisiko menyinggung negara yang konservatif itu. Pasalnya, dalam lukisan itu digambarkan sosok Yesus yang dikenal sebagai Nabi Isa dalam Islam. Banyak ulama di Saudi menganggap penggambaran artistik dari salah satu nabi adalah bentuk penghinaan.
sumber: merdeka.com


Tidak ada komentar: