Header Ads

Header Ads
Selamat Datang di Website www.suarabamega25.com " KOMITMEN KAMI MEMBANGUN MEDIA YANG AKURAT DAN BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT " Alamat Redaksi Jl. Berangas KM. 2.5 No. 20 RT. 05 Desa Batuah Kotabaru Kalsel, Contact Mobile : 0812-5317-1000 / 0821-5722-6114.

Anak Ayam Bangkok : Ciri, Harga, dan Cara Merawatnya


Ciri-ciri dan Cara Merawat Anak Ayam Bangkok agar Tumbuh dengan Cepat

Ciri Anak Ayam Bangkok Asli Berdasarkan Fisiknya

1. Bentuk Kepala

2. Bentuk Paruh

3. Bentuk Mata

4. Kekuatan Kaki

5. Bentuk Tulang

Harga Ayam Bangkok Anakan

Cara Merawat Anak Ayam Bangkok

1. Kandang Anak Ayam Bangkok

2. Pemberian Pakan Anak Ayam Bangkok

3. Pemberian Suplemen Tambahan

4. Mencabut Bulu

5. Perawatan Intensif

Ciri-ciri dan Cara Merawat Anak Ayam Bangkok agar Tumbuh dengan Cepat

Memilih Anak Ayam Bangkok yang berkualitas tidak bisa dilakukan sembarangan. Anak ayam bangkok ketika dewasa bisa bernilai jual tinggi apabila dibesarkan dengan baik. Oleh karena itu, dalam pemilihan anak ayam jenis ini perlu memperhatikan beberapa hal. Hal tersebut akan dikupas tuntas pada artikel Jurnal Manajemen kali ini. Simak ulasannya :

Pemilihan anak Ayam Bangkok Asli menjadi faktor penting sebelum membeli. Jenis anakan yang berkualitas berasal dari indukan yang berkualitas pula, sehingga akan tumbuh menjadi anakan bangkok super yang memiliki nilai jual yang tinggi. Berikut ciri anak ayam bangkok jantan maupun betina.

1. Bentuk Kepala

Bentuk kepala anak ayam kualitas juara ialah yang bentuknya mirip dengan burung jalak. Ciri kepala anakan yang bagus ialah agak besar dan panjang. Selain itu, pada bagian kulit kepalanya tipis dan halus.

Kondisi kepala demikian dapat membuat anak ayam tersebut tumbuh menjadi ayam aduan yang tahan pukulan lawan di pertandingan dan tidak mudah menyerah meskipun terluka. Kesan wibawa akan didapatkan pada anak ayam ketika tumbuh menjadi ayam tipe petarung.

2. Bentuk Paruh

Anak ayam berkualitas super juga bisa dilihat dari bentuk paruhnya. Tandanya adalah terdapat garis tengah di bagian atas. Itu merupakan pertanda paruh yang bagus. Kondisi paruh yang demikian mengindikasikan anak ayam bangkok dapat mematuk dengan kuat.

Dalam hal warna, paruh anak ayam yang bagus ialah yang sedikit transparan. Namun, jika sulit menemukannya Anda bisa memilih yang warna paruhnya serupa dengan warna ruas kakinya.

3. Bentuk Mata

Ketika memilih anak ayam jenis bangkok, Anda juga bisa melihat dari bentuk matanya. Mata yang jernih, bulat, dan sedikit masuk dalam rongga mata merupakan tanda-tanda anak ayam berkualitas baik.


4. Kekuatan Kaki

Salah satu unsur penting dalam memilih anak ayam bangkok adalah dari kekuatan kakinya. Kaki yang seimbang dan lutut yang menonjol ke belakang merupakan ciri anak ayam bangkok yang bagus. Selain itu, bentuk kakinya pun normal dan sedikit terbuka lebar.

Pilihlah pula anak ayam bangkok yang sisik kakinya agak kering. Hal tersebut bisa menjadi indikasi anak ayam yang lebih tangkas, kuat, dan cocok memasuki pertarungan saat dewasa.

5. Bentuk Tulang

Bentuk tulang anak ayam jenis bangkok juga menjadi salah satu penentu kualitas yang dimiliki. Anak ayam dengan struktur tulang yang bagus bisa menjadi indikasi bahwa ketahanan yang dimiliki tergolong baik. Berikut ciri-ciri struktur tulang yang bagus pada anak ayam.

Tulang leher sedikit memanjang, berukuran besar, dan susunannya rapat.

Ciri Tulang dada besar, memanjang, dan tebal.

Tulang kaki memiliki lekukan seperti buah belimbing dan berbentuk bulat.

Harga Ayam Bangkok Anakan

Dibandingkan dengan jenis ayam lainnya, harga anak ayam Bangkok bisa dibilang lebih mahal. yaitu bisa mencapai Rp. 400.000-500.000/ekor.

Jenis berdasarkan umur

Harga per ekor

Cara Merawat Anak Ayam Bangkok

Kandang merupakan komponen yang sangat penting dalam memelihara ayam bangkok. Saat bibit ayam bangkok berumur 3 sampai 4 hari, ia membutuhkan kandang box. Pertumbuhan anakan ayam akan melambat apabila Anda membiarkannya tinggal atau diasuh oleh induknya.

Hal tersebut karena pakan yang diberikan kurang terjamin dan perawatan yang kurang baik dari induknya. Bualah terlebih dahulu kandang box atau postal sebelum dipisah. Bahan untuk membuat box bisa menggunakan kayu dan kawat. Selain itu, Anda bisa membuat penutup kandang dari terpal agar bisa terlindungi di malam hari.

Disarankan untuk menggunakan alas berbahan kawat saja agar kotoran tidak menumpuk dan menimbulkan bakteri penyakit. Hal yang tidak boleh terlewatkan adalah penerangan kandang yang berfungsi menjaga suhu kandang agar tetap hangat.

Jika tidak diberikan penerangan berupa lampu anak ayam bisa kedinginan dan akhirnya mati. Ini karena anak ayam usia 1 sampai 2 bulan masih sangat lemah. Jika ia dirawat oleh induknya, penerangan tidak lagi dibutuhkan karena sudah mendapatkan kehangatan dari sang induk.

Agar suhunya tidak terlalu panas, disarankan untuk penerangan menggunakan lampu 5 watt saja. Selain itu, sirkulasi udara pun tidak boleh dilewatkan untuk diatur sedemikian rupa. Anak ayam bisa terkena virus penyakit dari udara yang masuk apabila sirkulasi udara yang diberikan pada kandang terlalu besar, maka Anda harus membuat sirkulasi udara dengan rapat.

2. Pemberian Pakan Anak Ayam Bangkok

Pakan untuk Anak Ayam Bangkok yang baru berusia 1 sampai 2 hari hanya cukup diberi air minum saja. Hal tersebut karena anakan ayam masih memakan kuning telur yang menempel pada bulunya sendiri. Jika sudah berumur lebih dari 3 hari sampai 3 bulan, anak ayam bangkok sudah bisa diberi pakan voor dengan kode 591.

Ketika umur anak ayam sudah 2 sampai 3 bulan, Anda bisa memberi pakan berupa dedak atau voer yang dicampur jagung dan bekatul dengan perbandingan 4 :1.

3. Pemberian Suplemen Tambahan

Tahap selanjutnya dalam merawat anak ayam bangkok adalah pemberian vitamin atau suplemen tambahan. Keduanya bisa membuat tulang ayam menjadi lebih cepat besar sehingga berfungsi sebagai penopang pertumbuhan tulangan ayam.

Anda bisa mencampurkan air minum anakan ayam dengan vitamin. Sedangkan untuk suplemen tambahan, Anda bisa memberikannya susu bubuk bayi yang diberikan bersamaan dengan voor dengan perbandingan 1:5.

Anda tidak selalu harus memberikan susu bubuk bayi yang masih bagus. Untuk menghemat pengeluaran, Anda bisa menggunakan susu bubuk yang sudah kadaluwarsa. Untuk pembentukan tulang, otot, dan bulu, dan bagian tubuh ayam yang lain, pemberian susu ini sangat penting.

4. Mencabut Bulu

Pertumbuhan anak ayam bisa terhambat apabila ia memiliki bulu yang terlalu banyak. Hal tersebut disebabkan berkurangnya kemampuan menyerap nutrisi. Bulu yang sudah terlihat sebaiknya segera dicabut agar penyerapan nutrisi makanan bisa berlangsung maksimal.

Anda bisa mencabut bulu pada bagian sayap dan ekor ketika anak ayam berusia 3 minggu. Sedangkan ketika berumur 2 bulan, Anda bisa mencabut bulu di bagian paha dan dadanya. Bulu leher dan bulu punggung yang sudah rontok Anda tetap harus mencabut sisa-sisanya.

Anda bisa melakukan perawatan anak ayam bangkok di dalam kandang saja untuk anakan ayam yang masih berumur 1 sampai 6 bulan. Hal tersebut karena ia akan menghabiskan banyak tenaga dan energy apabila dibiarkan keluar kandang. Anda bisa member waktu selama 30 menit untuk membiarkan anak ayam keluar agar bisa bergerak bebas dan mendapat cahaya matahari.

Kebersihan kandang juga sangat penting dilakukan untuk menghindari hama penyakit atau bakteri yang bisa menyerang ayam. Setiap hendak memberi makan, sebaiknya Anda bersihkan terlebih dahulu tempat makan dan minumnya agar bakteri terhindar dari bakteri yang tumbuh pada sisa-sisa makanan.

Tidak ada komentar: