Lautan Jemaah Hadiri Puncak Maulid dan Haul Guru Zaini Martapura
Suarabamega25.com - Puncak haul , Ahad malam Senin (28/12) bertepatan 7 Rajab 1447 Hbdigelar bada sholat Magrib berjamaah dengan pembacaan Maulid Simthud Durar dan diakhiri dengan tahlil dan sholawat serta Sholat Isya
Banjarbaru-Menuju rutinan malam Senin, sebagai sebagai puncak Haul ke 21 Guru Sekumpul, Martapura. Jamaah haul yang hadir terus mengalir mengular memenuhi jalan raya baik roda dua maupun roda empat. Macet parah dari siang , padat merayap sampai sore ini.
Kadatangan jamaah baik rombongan maupun sendiri-sendiri, langsung disambut oleh petugas relawan Haul yang membagikan makanan maupun stiker. Dari malam Sabtu hujan mengguyur bumi Kalimantan, di berbagai daerah terkena banjir, namun tidak menyurutkan jamaah untuk datang dan hadir rutinan Malam Senin.
Arus kendaraan di sekitar Sekumpul pada jam-jam tertentu diatur sedemikian rupa oleh petugas kepolisian dan sukarelawan. Jamaah yang mendekati ke Ar Raudhah dari pagi sampai sore, menyempatkan diri berziarah, namun tidak bisa masuk ke makam, hanya di pintu Makam ada kemungkinan. Ziarah digelar pada jelang Sholat Subuh hari Senin
Pada Ahad, ba'da Asar dibacakan manakib Guru Zaini, dengan seperti mengikuti membaca nadzam Simthud Durar oleh Muhibbin.
Gema Sholawat dan Hadrah memang diperdengarkan sepanjang hari dari Jumat ,Sabtu sampai hari Ahad ini menemani jamaah yang terus berdatangan tiada henti
Guru Sekumpul adalah Kekasih Alloh dan Rasulullah SAW. Emha Ainun Nadjib menyebutnya ,"Cahaya dari Martapura." Lantunan sholawatnya memancarkan cahaya kecintaan menembus langit Martapura.
Itulah mengapa jutaan orang rela berdatangan dari berbagai penjuru negeri yang jauh, untuk mengenang orang sholeh, meniru dan mengambil berkah serta meniru suri tauladan.
Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Ahmad Jindan sendiri dari Ponpes Al Fachriyyah Tangerang Banten dalam suatu kesempatan mengungkap kesan mendalam dan merasakan getaran cinta tentang Guru Sekumpul. Guru Sekumpul yang mengajarkan cinta kepada Rasulullah SAW. Guru Zaini Yang menyebarkan Simthud Durar di Kalimantan Selatan, di seluruh Kalimantan, sampai Jawa pun juga, bahkan Papua. MasyaAllah... Dengan hadrahnya dari Banjar, dengan caranya. Cara membaca.. metode yang begitu indah. Yang mengharukan mengajarkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW. para Aulia salihin, mengajarkan cinta kepada Syekh Arsyad Al Banjari, di mana pun mereka berada."
Guru Zaini telah wafat , setelahnya diteruskan oleh Guru Zuhdinoor (Mustasyar PWNU Kalimantan Selatan) yang juga telah berpulang ke Rahmatullah....
Kini dakwahnya dilanjutkan oleh putra kedua Guru Zaini yakni Guru Muhammad dan Guru Hafi adalah anak-anak Guru Sekumpul (KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani). Keduanya yakni Muhammad Amin Badali (kakak) dan Ahmad Hafi Badali (adik), hasil pernikahannya dengan Hj. Noor Laila.
Haul Guru Sekumpul yang dipuncaki pada 5 Rajab yang bergeser pada malam Senin (28/12), tepat rutinan maulid di area Raudah , yang dimulai dengan sholat Maghrib berjamaah bersambung dengan pembacaan Maulid Simthud Durar yang dibaca bergantian oleh para habaib.
Lepas itu diadakan tahlil dan sholawat dan dipungkasi dengan sholat Isya berjamaah.
Lepas itu jamaah menikmati hidangan makan malam dan sebagian jamaah mulai berangsur-angsur pulang ke rumah masing-masing
Untuk menjamu Tamu Rasulullah SAW di acara puncak, rutinan malam Senin di Ar Raudhah Sekumpul, Martapura yang dimulai dari ba'da Magrib hingga lepas Isya pihak panitia pelaksana telah mengolah puluhan ton beras, ratusan sapi, kerbau dan kambing di masak oleh ribuan sukarelawan serta ratusan dapur yang dibuat oleh Polda ,Brimob, Pemprov, dapur rakyat serta Ar Raudhah sendiri.
Tidak hanya makanan ,minuman , penginapan yang gratis.
BBM juga gratis. Jemaah yang menghadiri Momen 5 Rajab Haul Sekumpul atau haul ke-21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul) tampak sumringah setelah menerima bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite secara gratis. Setiap kendaraan roda dua mendapatkan jatah satu liter BBM, yang sangat membantu jemaah di tengah perjalanan menuju lokasi haul, pada Minggu (28/12/2025)
Bantuan BBM ini dirasakan sangat bermanfaat oleh masyarakat, mengingat arus lalu lintas yang padat dan kemacetan panjang di sejumlah titik. Kondisi tersebut menyebabkan banyak jemaah kehabisan bahan bakar, sementara penjual bensin eceran banyak yang tutup dan antrean di SPBU cukup panjang.
Dalam momen ini, relawan Pancar Rescue kembali melaksanakan agenda tahunan dengan membagikan sebanyak 4.000 liter BBM jenis Pertalite secara gratis kepada jemaah haul. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan upaya menunjang kelancaran perjalanan para jemaah yang datang dari berbagai daerah.(Aji)


Tidak ada komentar: