Indonesia Pererat Kerja Sama Pertahanan dengan Bosnia
Suarabamega25.com, Jakarta - Langkah strategis Indonesia untuk mempererat kerja sama pertahanan dengan Bosnia dan Herzegovina mendapat perhatian serius dari media internasional, khususnya di China. Analisis media Tiongkok menilai kolaborasi ini sebagai simbol kebangkitan Indonesia sebagai "kekuatan menengah" (middle power) Asia yang semakin asertif dalam diplomasi militer global.
Kerja sama pertahanan ini dianggap lebih dari sekadar langkah diplomatik; ia membuka peluang emas bagi perusahaan BUMN pertahanan Indonesia, seperti PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), untuk menembus pasar Eropa yang potensial. Fokus utama dari kemitraan ini adalah kolaborasi antara PT Pindad dan Igman Konjic, produsen amunisi terkemuka di Bosnia. Kolaborasi ini berpotensi memperkuat kapasitas logistik militer Indonesia melalui transfer teknologi amunisi canggih dan joint production, yang akan meningkatkan kemampuan pertahanan dalam negeri.
Selain itu, PTDI juga berpeluang memperluas pasar di kawasan Balkan, yang saat ini tengah memodernisasi alutsistanya. Pasar baru ini memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan industri pertahanannya, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam industri militer global.
Bagi para pengamat asing, kemitraan ini menunjukkan ambisi Indonesia untuk mencapai kemandirian strategis (strategic autonomy). Dengan mendiversifikasi mitra pertahanan di luar kekuatan besar tradisional, Indonesia tidak hanya memperkuat rantai pasokan militernya tetapi juga meletakkan industri pertahanan dalam negeri sebagai pemain yang kompetitif di pasar internasional.


Tidak ada komentar: