Sinergi Polisi dan Petani, Kapolda Buka FGD Jagung di Tanah Laut
Suarabamega25.com, Tanah Laut – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel) Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait pengembangan pertanian jagung di Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan tersebut dihadiri para Kapolsek, Bhabinkamtibmas, Penyuluh Lapangan Pertanian (PLL), serta pemangku kepentingan lainnya, Jumat (20/2/2026).
Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa Tanah Laut akan dijadikan sebagai proyek sentral pengembangan jagung di Kalimantan Selatan.
Untuk itu, diperlukan kolaborasi kuat antara jajaran Polsek, Bhabinkamtibmas, penyuluh, dan PLL dalam menentukan tata kelola pertanian jagung yang efektif dan berkelanjutan. “Kita sosialisasikan kepada PLL, Polsek dan Bhabinkamtibmas Kabupaten Tanah Laut agar bersama-sama berkolaborasi di lapangan menentukan tata kelola pertanian jagung ini,” ujarnya.
Kapolda juga menekankan pentingnya pendataan kendala dan hambatan dalam pelaksanaan program. Setiap permasalahan yang muncul akan didiskusikan mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten. Jika belum terselesaikan, maka akan dibawa ke tingkat kementerian untuk mendapatkan solusi konkret.
Dalam diskusi tersebut, sejumlah isu tata kelola turut mencuat, di antaranya persoalan pupuk bersubsidi, bibit, serta distribusi sarana produksi pertanian lainnya. Kapolda menegaskan pihaknya tidak akan ragu melakukan penegakan hukum terhadap aktor-aktor, khususnya pihak intelektual yang diduga menikmati pelanggaran dan penyimpangan, termasuk dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
Sebagai langkah penguatan pengawasan dan sinergi, pihaknya juga berencana menggelar penandatanganan nota kesepahaman (MoU) guna memastikan program pengembangan jagung berjalan transparan dan tepat sasaran.
Melalui FGD ini, diharapkan Tanah Laut mampu menjadi sentra produksi jagung yang berdaya saing dan berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.



Tidak ada komentar: