Haulan ke-26 Raja-Raja Sigam, Tradisi Sakral Perkuat Nilai Luhur dan Kebersamaan di Kotabaru
Suarabamega25.com, Kotabaru — Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut Kotabaru kembali menggelar Haulan ke-26 sekaligus prosesi pergantian Kelambu Makan Raja-Raja Sigam dalam suasana khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang sekaligus meneladani jasa para raja yang pernah memimpin wilayah Pulau Laut Sigam,
Perwakilan Ketua Umum Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut, Gt. Lestari, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa haul bukan sekadar seremonial mengenang wafatnya para raja, tetapi juga menjadi sarana refleksi terhadap nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan.
“Alhamdulillah hari ini kita dapat berkumpul dalam acara Haulan ke-26 dan pergantian Kelambu Makan Raja-Raja Sigam. Haul bukan sekadar mengenang wafatnya para raja, namun lebih dari itu, ini adalah momentum untuk meneladani perjuangan, kebijaksanaan, serta nilai-nilai luhur yang telah diwariskan—dengan hati, keimanan, dan kecintaan kepada rakyat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kegiatan haul sebagai wadah memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun peradaban yang lebih baik.
“Melalui kegiatan ini, kita diingatkan pentingnya menghargai jasa para pendahulu yang telah berjuang demi kemaslahatan umat,” tambahnya.
Rangkaian acara semakin khidmat dengan penyampaian manakib Raja Pulau Laut oleh Ketua Pemangku Adat Pulau Laut, Drs. Bahruddin, M.EP. Dalam penyampaiannya, ia mengulas sejarah, keteladanan, serta nilai kepemimpinan Raja-Raja Sigam yang menjadi inspirasi bagi generasi masa kini.
Tradisi pergantian Kelambu Makan Raja-Raja Sigam sendiri merupakan simbol penghormatan terhadap para leluhur sekaligus upaya menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan ini pun mendapat antusiasme masyarakat yang hadir untuk berdoa bersama dan mengikuti rangkaian acara hingga selesai, menandakan kuatnya ikatan budaya dan spiritual masyarakat Kotabaru terhadap sejarah leluhur mereka.(Rahmat)


Tidak ada komentar: