Header Ads

Header Ads
Selamat Datang di Website www.suarabamega25.com " KOMITMEN KAMI MEMBANGUN MEDIA YANG AKURAT DAN BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT " Alamat Redaksi Jl. Berangas KM. 2.5 No. 20 RT. 05 Desa Batuah Kotabaru Kalsel, Contact Mobile : 0812-5317-1000 / 0821-5722-6114.

Soal Tabloid Indonesia Barokah, Polri: Itu Ranah Dewan Pers

Suarabamega25.com – JAKARTA – Polri menyatakan peredaran Tabloid Indonesia Barokah yang sedang ramai dibicarakan masyarakat merupakan ranah dari Dewan Pers. Pasalnya, lembaga itu yang harus melakukan pemeriksaan apakah informasi di tabloid itu tidak sesuai dengan unsur jurnalistik.
“Tabloid Barokah karena ini ranah Dewan Pers, jadi Dewan Pers yang harus berdiri di depan dulu melakukan assesment terhadap tabloid itu,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (23/1/2019).

Peredaran tabloid ini mendapatkan perhatian dari pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN). Pasalnya, mereka mengklaim isi berita hal tersebut terlalu tendensius terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Oleh sebab itu, BPN melaporkan peredaran itu ke polisi.

Namun, Polri tak mau gegabah menanggapi reaksi tim BPN. Mengingat, terkait hal tersebut, Dewan Pers yang bertindak sebagaileading sector.

Dedi menambahkan, apabila Dewan Pers menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan tabloid itu, Polri akan melakukan penyelidikan terkait peredaran Indonesia Barokah. Namun, sebelum adanya rekomendasi dari Dewan Pers, Dedi menegaskan pihaknya tidak akan melakukan langkah apapun.

Dewan Pers. (Foto: Okezone)

“Apabila dalam assement Dewan Pers menemukan ada pelanggaran jurnalistik, apabila ada temukan pidana di situ Dewan Pers akan beri rekomendasi ke polisi untuk menindaklanjuti hasil assesment tersebut,” tutur Dedi.

“Polri tidak akan bergerak dulu sebelum menerima rekomendasi dari Dewan Pers,” tegas Dedi.

Mengenai adanya pernyataan BPN melaporkan peredaran itu, Dedi mempersilakan siapapun untuk menempuh jalur hukum. Tetapi, pihaknya tetap akan menunggu rekomendasi dari Dewan Pers.

“Tidak apa-apa kami terima (laporannya), tetapi menindaklanjuti laporan tersebut menunggu Dewan Pers dulu,” ucap Dedi.

Sumber: merdeka.co

Tidak ada komentar: