Header Ads

Header Ads
Selamat Datang di Website www.suarabamega25.com " KOMITMEN KAMI MEMBANGUN MEDIA YANG AKURAT DAN BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT " Alamat Redaksi Jl. Berangas KM. 2.5 No. 20 RT. 05 Desa Batuah Kotabaru Kalsel, Contact Mobile : 0812-5317-1000 / 0821-5722-6114.

Forsiladi Peduli Kabut Asap, Minta Perhatikan Orangtua Pelajar


Suarabamega25.com, Banjarmasin  - Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin yang mengimbau para Pelajar untuk menggunakan masker saat berangkat ke sekolah, mengingat pagi hari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Banjarbaru dan beberapa Kabupaten lainnya di Kalsel, mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan.

Salah satunya dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Silaturahmi Doktor Industri (Forsiladi) Kalimantan Selatan Dr H Jarkawi MMPd.

"Saya sangat mendukung imbauan itu. Namun ada yang perlu Dinas Pendidikan tekankan, jika di suatu wilayah asapnya sudah membahayakan atau ada indikasi beberapa anak didik tidak masuk sekolah karena gangguan asap itu, maka bisa saja Pihak Sekolah memberlakukan pembelajaran di rumah, agar mereka tidak ketinggalan dalam pembelajaran," ungkap Jarkawi di Sekretariat Forsiladi Kalsel, Kamis (7/9/2023) sore.

Selain itu, juga kawasan yang cukup parah kabut asapnya yang harus dipantau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, yang berada di sekitar kawasan Liang Anggang, Cempaka dan Landasan Ulin. Namun untuk Banjarmasin juga harus bersiap karena asapnya juga sudah masuk Banjarmasin.

"Ini sangat membahayakan bagi pelajar Sekolah Dasar kelas satu, dua dan kelas tiga. Ini perlu diperhatikan, karena asap serangan utamanya adalah pernafasan," Jarkawi mengingatkan.

Sisi lain dari dampak asap itu mengganggu aktivitas pekerjaan orangtua pelajar yang berprofesi baik sebagai Nelayan maupun Petani dan yang berkebun dengan berbagai sayurannya, yang terdampak ekonomi mereka.

"Dinas juga harus memantau itu. Karena orangtua pelajar tidak dapat bekerja, mengganggu perekonomian keluarga yang membuat anak yang berstatus pelajar tersebut kurang gizi.

"Ini harus bekerjasama dengan pihak Kelurahan untuk memantau dampak kabut asap yang membuat terganggunya aktivitas pekerjaan orangtua mereka 

yang membuat terganggunya gizi para Pelajar," kata Jarkawi, kembali mengingatkan.

Forsiladi juga merencanakan akan memberikan masker di kawasan Cempaka, Liang Anggang dan Landasan Ulin. Namun ada juga kontak dengan Anggota Forsiladi di Pelaihari yang dampaknya terasa cukup parah dan dimintakan datanya dengan pihak Kelurahan setempat. 

"Insyaallah kita akan bagi bersama-sama dengan kawan. Kemudian kita ada juga kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi, khususnya dengan Uniska, yang akan kita libatkan Prodi Bimbingan dan Konseling," pungkas Jarkawi.

Tidak ada komentar: