Header Ads

Header Ads
Selamat Datang di Website www.suarabamega25.com " KOMITMEN KAMI MEMBANGUN MEDIA YANG AKURAT DAN BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT " Alamat Redaksi Jl. Berangas KM. 2.5 No. 20 RT. 05 Desa Batuah Kotabaru Kalsel, Contact Mobile : 0812-5317-1000 / 0821-5722-6114.

Kesabaran yang Melahirkan Karamah: Al-Habib Abdullah bin Muhsin Alattas


Suarabamega25.com - Sosok al-‘Arif billah Al-Habib Abdullah bin Muhsin Alattas dikenal sebagai salah satu wali Allah yang dianugerahi karamah luar biasa. Bahkan ketika beliau berada dalam penjara kolonial Belanda, pancaran kemuliaan dan kebesaran Allah Swt. justru semakin nyata dan menggetarkan hati banyak orang.

Selama masa penahanan, penjara yang seharusnya menjadi tempat hukuman justru berubah menjadi tujuan ziarah. Masyarakat dari berbagai kalangan datang berbondong-bondong untuk bertemu dan memohon doa kepada al-Habib Abdullah bin Muhsin Alattas. Atas izin Allah Swt., setiap hajat dan permohonan yang disampaikan melalui beliau dikabulkan, hingga membuat para penjaga dan pembesar penjara keheranan sekaligus kewalahan menghadapi arus pengunjung yang terus meningkat.

Para penjaga penjara pun mengusulkan kepada kepala penjara agar al-Habib Abdullah bin Muhsin Alattas segera dibebaskan. Namun, ketika hal itu disampaikan kepada beliau, dengan penuh adab dan kelembutan beliau menolaknya. Al-Habib Abdullah bin Muhsin Alattas memilih bersabar dan menjalani hukuman hingga masa penahanan berakhir, sebagai bentuk ketundukan kepada ketentuan Allah Swt.

Suatu malam yang penuh rahasia Ilahi, pintu penjara terbuka dan hadir kakek beliau, al-Quthb al-Anfas al-Habib Umar bin Abdurrahman Alattas, yang berkata,

“Jika engkau ingin keluar dari penjara, keluarlah sekarang. Tetapi jika engkau mau bersabar, maka bersabarlah.”

Al-Habib Abdullah bin Muhsin Alattas kembali memilih jalan kesabaran.

Pada malam yang sama, beliau didatangi para wali besar, di antaranya Sayyidina al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba‘alawi, Syaikh Abdul Qadir al-Jaelani, dan wali-wali Allah lainnya. Dalam perjumpaan tersebut, Sayyidina al-Faqih al-Muqaddam memberikan sebuah kopiah. Ketika pagi menjelang, kopiah itu masih nyata berada di kepala al-Habib Abdullah bin Muhsin Alattas, meski pertemuan itu terjadi dalam alam mimpi—sebuah isyarat karamah yang nyata.

Al-Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi pernah mengisahkan pengalamannya saat mengunjungi beliau di penjara. Ia menyebut al-Habib Abdullah bin Muhsin Alattas tampak begitu berwibawa, diliputi cahaya Ilahi, dan tenggelam dalam keagungan Allah Swt. Dalam pertemuan itu, al-Habib Abdullah melantunkan bait syair al-Quthb al-Irsyad al-Habib Abdullah al-Haddad, lalu keduanya berpelukan dan menangis haru.

Di antara karamah beliau, setiap kali al-Habib Abdullah bin Muhsin Alattas memandang borgol yang membelenggu kakinya, maka borgol tersebut terlepas dengan sendirinya. Bahkan ketika pimpinan penjara memerintahkan untuk mengikat leher beliau dengan rantai besi, atas izin Allah Swt. rantai itu kembali terlepas.

Tak lama berselang, musibah menimpa kepala penjara beserta keluarga dan kerabatnya berupa sakit panas yang parah, hingga para dokter pun tak mampu mengobatinya. Ia pun sadar bahwa musibah tersebut merupakan akibat dari perlakuannya terhadap al-Habib Abdullah bin Muhsin Alattas. Dengan penuh penyesalan, ia mengutus bawahannya untuk memohon doa kesembuhan.

Al-Habib Abdullah bin Muhsin Alattas kemudian berkata,

“Ambillah borgol dan rantai ini, lalu ikatkan di kaki dan leher pemimpin penjara itu, niscaya ia akan sembuh.”

Perintah itu dilaksanakan, dan dengan izin Allah Swt., penyakit yang diderita sang pemimpin penjara beserta keluarganya seketika sembuh total.

Peristiwa tersebut semakin meneguhkan keyakinan banyak pihak akan kekeramatan dan kedudukan spiritual al-Habib Abdullah bin Muhsin Alattas. Setelah bebas dari penjara, beliau kemudian menetap di Jakarta selama beberapa tahun, terus menebarkan cahaya ilmu, kesabaran, dan keberkahan bagi umat.

Tidak ada komentar: