Audiensi Penuh Haru, Pekerja Hilcon Datangi DPRD Kotabaru
Suarabamega25.com — Suasana haru dan penuh harapan mewarnai audiensi antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotabaru dengan perwakilan karyawan PT Hilcon Jaya Sakti yang digelar pada Selasa (10/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para pekerja untuk menyuarakan keluhan mendalam atas berbagai persoalan serius yang mereka alami selama berbulan-bulan.
Dengan raut wajah lelah dan suara bergetar, para karyawan mengadukan keterlambatan pembayaran gaji yang tak kunjung menemui kejelasan. Tak hanya itu, mereka juga mengungkapkan kekhawatiran terkait iuran BPJS Ketenagakerjaan yang disebut-sebut belum disetorkan oleh perusahaan, sehingga menimbulkan rasa waswas terhadap jaminan keselamatan dan masa depan mereka.
Perwakilan karyawan menyampaikan bahwa kondisi tersebut sangat berdampak pada kehidupan keluarga. Banyak dari mereka harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, membayar biaya pendidikan anak, hingga menanggung beban utang akibat penghasilan yang tidak menentu.
“Kami hanya ingin hak kami dipenuhi. Kami bekerja keras, tapi gaji sering terlambat dan BPJS kami tidak jelas. Kami datang ke sini membawa harapan agar ada solusi,” ujar salah satu perwakilan karyawan dengan nada penuh emosi.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru Hj. Suwanti menyatakan keprihatinan mendalam dan menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk mengawal persoalan tersebut hingga tuntas. DPRD berjanji akan memanggil pihak manajemen PT Hilcon Jaya Sakti serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan hak-hak pekerja terpenuhi sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Kami tidak ingin para pekerja terus berada dalam ketidakpastian. DPRD akan menjadi jembatan untuk mencari solusi yang adil dan manusiawi,” tegas salah seorang anggota DPRD dalam audiensi tersebut.
Audiensi ini pun menjadi titik terang bagi para karyawan. Meski persoalan belum sepenuhnya selesai, harapan mulai tumbuh bahwa suara mereka akhirnya didengar dan diperjuangkan. Pertemuan ditutup dengan doa dan harapan bersama agar keadilan segera terwujud dan kesejahteraan para pekerja dapat kembali dirasakan.


Tidak ada komentar: