Header Ads

Header Ads
Selamat Datang di Website www.suarabamega25.com " KOMITMEN KAMI MEMBANGUN MEDIA YANG AKURAT DAN BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT " Alamat Redaksi Jl. Berangas KM. 2.5 No. 20 RT. 05 Desa Batuah Kotabaru Kalsel, Contact Mobile : 0812-5317-1000 / 0821-5722-6114.

Habib Ibrahim bin Zein bin Sumaith, Ulama Jakarta dan Guru Pertama Habib Zein Madinah


Suarabamega25.com - Sayyidil Walid Al ‘Allamah Al ‘Arifbillah Al Habib Ibrahim bin Zein bin Sumaith dikenal sebagai salah satu ulama kharismatik asal Jakarta yang mengabdikan hidupnya untuk dakwah dan pendidikan umat. Beliau aktif berdakwah dari Jakarta hingga Bogor, serta dikenal luas sebagai imam di Masjid Habib Abdullah bin Muchsin Al Athos, Empang, Bogor—masjid milik guru yang sangat beliau hormati.

Habib Ibrahim bukan hanya seorang pendakwah, tetapi juga seorang pendidik sejati di dalam keluarganya. Dari rahim perjuangan dan keteladanan beliau lahir seorang ulama besar, Al Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith, yang kemudian dikenal dunia Islam sebagai Habib Zein Madinah, lahir di Jakarta pada tahun 1936.

Sejak usia dini, Habib Ibrahim secara langsung mendidik putranya dengan ilmu dan akhlak. Beliau menjadi guru pertama bagi Habib Zein, menanamkan adab sebelum ilmu. Tidak berhenti di situ, Habib Ibrahim juga mengantarkan putranya untuk menimba ilmu kepada para ulama besar, di antaranya Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi Kwitang di Jakarta, serta Habib Alwi bin Muhammad Al Haddad di Empang, Bogor.

Pada tahun 1950, dengan pandangan jauh ke depan, Habib Ibrahim memberangkatkan Habib Zein ke Yaman untuk melanjutkan pendidikan di Rubath Tarim. Di sana, Habib Zein belajar kepada banyak ulama besar, termasuk Habib Muhammad bin Hafizh—ayah dari Al Habib Umar bin Hafizh—serta para masyaikh terkemuka lainnya.

Keilmuan dan kedalaman spiritual Habib Zein membuat gurunya, Habib Muhammad bin Hafizh, memintanya untuk menetap dan mengajar di Rubath Al Baidho atas permohonan Mufti Baidho, Habib Muhammad bin Abdullah Al Haddar. Di sana, Habib Zein mengabdi selama kurang lebih 20 tahun sebagai pengajar, pendakwah, Mufti Mazhab Syafi’i, sekaligus tangan kanan Habib Muhammad Al Haddar, yang kelak menjadi mertuanya.

Pada tahun 1996, Habib Zein kembali mendapat amanah besar untuk membuka Rubath Sayyid Abdurrahman bin Hasan Al Jufri di Madinah. Bersama Habib Salim Asy Syatiri, beliau mengasuh rubath tersebut selama 12 tahun, sebelum Habib Salim melanjutkan pengabdian ke Tarim sebagai pengasuh Rubath Tarim.

Hingga kini, nama Habib Zein lebih dikenal dengan sebutan Habib Zein Madinah, seorang ulama besar yang masih Allah SWT karuniakan umur panjang. Doa umat terus mengiringi beliau agar senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan usia.

Sementara itu, Al Habib Ibrahim bin Suarabamega25.com - Zein bin Sumaith hingga akhir hayatnya tetap setia mengabdi sebagai imam di Masjid Habib Abdullah Empang, Bogor. Beliau wafat dan dimakamkan di Komplek Makam Wakaf Los Lolongok, Empang, Bogor—meninggalkan jejak keteladanan sebagai ulama, pendidik, dan ayah yang melahirkan generasi penerus dakwah Islam.

Jika ingin versi lebih singkat, lebih religius, atau gaya kisah manaqib, bilang saja—saya siap menyesuaikan 🙏

[9/2 17.26] Hasan 2: Habib Ibrahim bin Zein bin Sumaith, Guru Pertama dan Teladan Kehidupan

Tidak ada komentar: