Header Ads

Header Ads
Selamat Datang di Website www.suarabamega25.com " KOMITMEN KAMI MEMBANGUN MEDIA YANG AKURAT DAN BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT " Alamat Redaksi Jl. Berangas KM. 2.5 No. 20 RT. 05 Desa Batuah Kotabaru Kalsel, Contact Mobile : 0812-5317-1000 / 0821-5722-6114.

“Menunggu Tanpa Akhir”: Lagu tentang Fase Diam yang Jarang Diakui


Suarabamega25.com, Jakarta - Tidak semua keputusan langsung membawa kelegaan. Setelah seseorang berhenti memaksakan peran, sering kali yang datang justru kekosongan. Hidup tidak langsung membaik. Tidak ada kepastian. Hanya waktu yang berjalan pelan.

Ruang itulah yang diisi oleh Menunggu Tanpa Akhir.

Lagu ini tidak berbicara tentang penantian yang romantis. Tidak ada janji bahwa semua akan berakhir indah. Menunggu Tanpa Akhir justru terasa seperti fase hidup yang paling jujur: ketika seseorang tetap bertahan, meski tidak tahu apa yang sedang ditunggu.

Secara lirik, lagu ini tidak banyak berteriak. Ia berjalan pelan, bahkan terkesan menahan diri. Bukan karena tidak punya emosi, tetapi karena lelah terlalu lama berharap. Ini bukan lagu tentang cinta yang gagal, melainkan tentang kelelahan emosional yang sering kali tidak terucap.

Pendekatan musikalnya pun sejalan. Modern rock hadir tanpa agresi berlebihan. Distorsi tetap ada, tetapi tidak mendominasi. Ritme bergerak stabil, seperti detak waktu yang terus berjalan, tanpa menunggu kesiapan siapa pun.

Dalam rangkaian cerita No Money No LUP, Menunggu Tanpa Akhir menempati posisi penting. Ia bukan pembuka, bukan pula klimaks. Ia adalah jeda. Sebuah pengakuan bahwa setelah keputusan besar diambil, hidup sering kali justru terasa lebih sunyi.

Di tengah budaya yang selalu menuntut kecepatan—sembuh cepat, bangkit cepat, move on cepat—lagu ini terasa berani karena memilih diam. Ia tidak menawarkan solusi. Tidak memaksa pendengar untuk segera kuat. Ia hanya menemani fase menunggu itu sendiri.

Dan mungkin, bagi banyak orang dewasa, fase inilah yang paling dekat dengan kehidupan nyata. Setelah keputusan diambil, “Menunggu Tanpa Akhir” hadir sebagai fase diam dalam perjalanan No Money No LUP, bukan sebagai klimaks, melainkan jeda yang jujur.(Ysf)

Tidak ada komentar: