Minggu Dini Hari Jelang Puncak Haul Sekumpul
Suarabamega25.com - Mendengarkan Hadrah dan Sholawat sepanjang hari Sekumpul, menumbuhkan rasa mahabah penghilang penat sambil menunggu puncak Maulid dan Haul Guru Zaini pada rutinan malam Senin
Banjarbaru - Menuju rutinan malam Senin, sebagai sebagai puncak Haul ke 21 Guru Sekumpul, Martapura. Jamaah haul yang hadir terus mengalir mengular memenuhi jalan raya baik roda dua maupun roda empat. Macet parah dari siang , padat merayap sampai sore ini.
Kadatangan jamaah baik rombongan maupun sendiri-sendiri, langsung disambut oleh petugas relawan Haul yang membagikan makanan maupun stiker. Dari malam Sabtu hujan mengguyur bumi Kalimantan, di berbagai daerah terkena banjir, namun tidak menyurutkan jamaah untuk datang dan hadir rutinan Malam Senin.
Arus kendaraan di sekitar Sekumpul pada jam-jam tertentu diatur sedemikian rupa oleh petugas kepolisian dan sukarelawan. Jamaah yang mendekati ke Ar Raudhah dari pagi sampai sore, menyempatkan diri berziarah, namun tidak bisa masuk ke makam, hanya di pintu Makam ada kemungkinan. Ziarah digelar pada jelang Sholat Subuh hari Senin
Pada Ahad, ba'da Asar dibacakan manakib Guru Zaini, dengan seperti mengikuti membaca nadzam Simthud Durar oleh Muhibbin.
Gema Sholawat dan Hadrah memang diperdengarkan sepanjang hari dari Jumat ,Sabtu sampai hari Ahad ini menemani jamaah yang terus berdatangan tiada henti.
Guru Sekumpul adalah Kekasih Alloh dan Rasulullah SAW. Emha Ainun Nadjib menyebutnya ,"Cahaya dari Martapura." Lantunan sholawatnya memancarkan cahaya kecintaan menembus langit Martapura.
Itulah mengapa jutaan orang rela berdatangan dari berbagai penjuru negeri yang jauh, untuk mengenang orang sholeh, meniru dan mengambil suri tauladan.
Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Ahmad Jindan sendiri dari Ponpes Al Fachriyyah Tangerang Banten dalam suatu kesempatan mengungkap kesan mendalam dan merasakan getaran cinta tentang Guru Sekumpul. Guru Sekumpul yang mengajarkan cinta kepada Rasulullah SAW. Guru Zaini Yang menyebarkan Simthud Durar di Kalimantan Selatan, di seluruh Kalimantan, sampai Jawa pun juga, bahkan Papua. MasyaAllah... Dengan hadrahnya dari Banjar, dengan caranya. Cara membaca.. metode yang begitu indah. Yang mengharukan mengajarkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW. para Aulia salihin, mengajarkan cinta kepada Syekh Arsyad Al Banjari, di mana pun mereka berada.
Guru Zaini telah wafat , setelahnya diteruskan oleh Guru Zuhdinoor (Mustasyar PWNU Kalimantan Selatan) yang juga telah berpulang ke Rahmatullah.
Kini dakwahnya dilanjutkan oleh putra kedua Guru Zaini yakni Guru Muhammad dan Guru Hafi adalah anak-anak Guru Sekumpul (KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani). Keduanya yakni Muhammad Amin Badali (kakak) dan Ahmad Hafi Badali (adik), hasil pernikahannya dengan Hj. Noor Laila.
Kedua kakak beradik inilah yang dikenal sebagai penerus perjuangan dakwah ayah mereka, sering mendampingi acara keagamaan, dan diharapkan menjadi penerus spiritual, dengan Amin Badali dikenal sebagai sosok yang dermawan dan Hafi Badali memiliki karomah sejak kecil.
Kedua kakak beradik ini adalah pewaris keluhuran dan pesona Martapura yang dinantikan oleh jutaan jamaah. Ya, pukulan Hadrah Banjari itu sangat khas. Kekompakan dan pukulan yang pas, menambah semangat dan syahdu dalam lantunan sholawat pengiring pembacaan Maulid.
Haul Guru Sekumpul yang dipuncaki pada 5 Rajab yang bergeser pada malam Senin, tepat rutinan maulid di area Raudah adalah satu puncak yang sakral digelar di Raudhah.
Di bulan Rajab, penyiaran jamaah telah terjadi selama seminggu, sejak Senin (22/12), Maulid Subuh di Raudhah sudah tiga kali lipat kepadatan peserta jamaah yang datang dari sekitar Sekumpul.
Keindahan pemandangan puncak Maulid di Sekumpul berlangsung sebentar, yakni saat Mahalul Qiyam di Raudah Sekumpul. Sebagian besar jamaah Muhibbin meyakini Rasulullah SAW hadir saat puncak Maulid. Saat prosesi Maulid sangat sahdu dan khidmat.Saat Marhaban.
Ketukan rebana duet 2 putra guru Sekumpul justru sangat sahdu dan pas, dan jutaan Muhibbin tak kuasa menahan haru untuk mengikuti prosesi Maulid dengan penuh khusyuk.
Untuk menjamu Tamu Rasulullah SAW di acara puncak, rutinan malam Senin di Ar Raudhah Sekumpul, Martapura yang dimulai dari ba'da Magrib hingga lepas Isya pihak panitia pelaksana telah mengolah puluhan ton beras, ratusan sapi, kerbau dan kambing di masak oleh ribuan sukarelawan serta ratusan dapur yang dibuat oleh Polda ,Brimob, Pemprov, dapur rakyat serta Ar Raudhah sendiri.
Panitia menginfokan kabar terbaru pada jamaah untuk tetap sholat lima waktu, menjaga kesehatan dan fokus berkendara. "Apabila lelah atau mulai berkemah sebaiknya mampir ke rest area, singganglah dimana kita melihat jangan malu-malu untuk mampir mampir ke rest area".
Selain itu, jangan lupa untuk membawa Jas hujan , payung , jaket, obat-obatan , perlengkapan sholat. (Aji)


Tidak ada komentar: