Header Ads

Header Ads
Selamat Datang di Website www.suarabamega25.com " KOMITMEN KAMI MEMBANGUN MEDIA YANG AKURAT DAN BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT " Alamat Redaksi Jl. Berangas KM. 2.5 No. 20 RT. 05 Desa Batuah Kotabaru Kalsel, Contact Mobile : 0812-5317-1000 / 0821-5722-6114.

Dunia Ekspor Minyak Sawit Nasional Kembali Tercoreng, Dirut PT MMS Jadi Tersangka Utama


Suarabamega25.com, Jakarta – Dunia ekspor minyak sawit nasional kembali tercoreng! Direktur Utama (Dirut) PT MMS, Whu Zeng Xie, akhirnya resmi dijebloskan ke sel tahanan oleh Dittipidter Bareskrim Polri setelah ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus dugaan manipulasi data ekspor minyak turunan sawit dengan modus under invoicing.


Modus ini diduga dilakukan dengan mencantumkan nilai ekspor jauh lebih rendah dari harga aslinya dalam dokumen resmi. Tujuannya diduga untuk menghindari kewajiban pajak, bea keluar, hingga mengakali ketentuan pembatasan ekspor yang ketat. Aksi kucing-kucingan dengan negara ini diduga kuat telah berlangsung selama dua tahun terakhir, yakni 2024–2026.


Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Polri, Kombes Setyo K. Heriyatno, menegaskan bahwa penyidikan saat ini berfokus pada 95 kali transaksi ekspor mencurigakan dari Indonesia menuju Tiongkok. Tim penyidik bahkan turun langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok untuk mencocokkan fisik kontainer dengan dokumen ekspor yang disetorkan ke Bea Cukai.


“Penyidik melakukan pengecekan terhadap kontainer yang berada di Pelabuhan Tanjung Priok serta memeriksa dokumen ekspor yang ada di Bea Cukai. Seluruh data tersebut dianalisis dan dicocokkan dengan hasil penyidikan guna memperkuat pembuktian dalam proses pemberkasan,” tegas Kombes Setyo.


Perbuatan lancung ini bukan cuma soal melanggar aturan, tetapi juga diduga merampok hak negara. Nilai pajak yang seharusnya masuk ke kas negara diduga digelapkan demi keuntungan pribadi atau korporasi. Saat ini, Bareskrim masih terus menghitung total kerugian negara yang ditimbulkan dan tak menutup kemungkinan akan ada pemain besar lainnya yang ikut terseret.

Tidak ada komentar: