Kotabaru Siaga Hadapi Ancaman Karhutla dan Kekeringan
Suarabamega25.com, Kotabaru — Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi Kedaruratan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan di Aula Bamega, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah Kotabaru H. Eka Saprudin yang mewakili Bupati Kotabaru. Ia mengatakan, musim kemarau yang tengah berlangsung berpotensi menimbulkan ancaman karhutla dan kekeringan.
Menurutnya, dampak kekeringan tidak hanya menyebabkan krisis air bersih dan mengganggu sektor pertanian, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak terhadap lingkungan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat.
“Kita sudah memasuki musim kemarau yang menjadi indikasi ancaman, baik bencana kebakaran hutan dan lahan maupun kekeringan,” ujarnya.
Eka Saprudin juga menyoroti persoalan ketersediaan air baku di Kabupaten Kotabaru, khususnya wilayah Pulau Laut. Meski peralatan penanganan karhutla tersedia, keterbatasan sumber air masih menjadi salah satu kendala di lapangan.
Karena itu, ia mengajak pemerintah, aparat, pihak swasta, dan masyarakat memperkuat koordinasi dalam mencegah serta menangani potensi karhutla dan kekeringan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kotabaru Hj. Melinda Ratna Agustina melaporkan bahwa Kabupaten Kotabaru saat ini telah berstatus siaga darurat. BPBD terus meningkatkan kewaspadaan, menyiapkan sumber daya, serta melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat.
Rapat koordinasi tersebut diikuti sekitar 80 peserta dan diharapkan menghasilkan langkah-langkah konkret dalam menghadapi potensi karhutla dan kekeringan di Kabupaten Kotabaru.


Tidak ada komentar: