Header Ads

Header Ads
Selamat Datang di Website www.suarabamega25.com " KOMITMEN KAMI MEMBANGUN MEDIA YANG AKURAT DAN BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT " Alamat Redaksi Jl. Berangas KM. 2.5 No. 20 RT. 05 Desa Batuah Kotabaru Kalsel, Contact Mobile : 0812-5317-1000 / 0821-5722-6114.

Puncak Harlah Muslimat NU Hadiri Presiden Jokowi dan Ratusan ribu Jamaah Muslimat NU


Suarabemega25.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri acara Maulidurasul sekaligus Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dalam rangka Hari Lahir NU ke 101 dan Harlah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-78. Acara ini dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu pagi, 20 Januari 2024.

Saat memasuki GBK, Presiden dan Ibu Iriana disambut riuh lebih dari 100 ribu  peserta yang memadati stadion. Para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Tanah Air ini pun melantunkan salawat Tholaal Badru.

"Saya mengucapkan selamat harlah Muslimat NU yang ke-78. Semoga Muslimat NU tambah jaya, selalu diberikan barokah oleh Allah SWT, dan Indonesia menjadi negara makmur dan sejahtera," kata Presiden saat memberikan sambutan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga memberikan pesan khusus saat memberikan sambutan di acara Puncak Harlah ke-78 Muslimat NU 2024. Yakni untuk menjaga pemilu 2024 tetap damai dan tidak mau dipecah belah.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengingatkan untuk tidak saling menghujat, menghina dan menjelekkan sesama masyarakat. Meskipun setiap orang ada yang berbeda pendapat dan pilihan.

"Sebentar lagi pemilu, proses penting dan menentukan. Tapi kita tidak ingin gara-gara pemilu, beda pendapat, beda pilihan justru saling menghujat. Tidak boleh saling menghina dan menjelekkan," kata Jokowi, Sabtu (20/1/2024).

"Sesama tetangga tidak saling menyapa, tidak boleh. Sesama ibu pengajian tidak saling bicara, tidak. Sesama warga saling berkelahi tidak boleh. Tidak," imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Presiden RI juga memberikan hadiah sepeda kepada seorang jamaah Muslinat NU yang menjawab benar pertanyaan dari Jokowi.

Ratusan ribu Muslimat NU datang dari berbagai daerah di tanah aìr ke stadion GBK dengan mengenakan pakaian seragam berwarna hijau. Terlihat juga ada syal yang dikalungkan di leher para jemaah yang menandakan daerah asal mereka. 

Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa mengatakan mengenai acara peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-78 Muslimat NU digelar pada Sabtu 20 Januari 2024. Padahal diketahui, Muslimat NU resmi berdiri pada 29 Maret 1946.

Khofifah menjelaskan selama ini Harlah Muslimat NU mengacu pada kalender hijriah, yakni pada 26 Rabiul Akhir dan disesuaikan dengan kalender masehi .

Khofifah mengatakan Harlah sudah dimulai sejak November 2023.

Khofifah menegaskan acara kali ini bukan harlah pertama Muslimat NU yang digelar beda dari tanggal terbentuknya yang berdasarkan kalender masehi. Menurutnya, peringatan Harlah Muslimat NU tidak selalu digelar pada 29 Maret. 

Rois Syuriah PBNU Berikan Garis Politik NU Agar Berikan Ketenangan dan Ketentraman

Jakarta-Rois Am Nahdhlatul Ulama KH Miftachul Akhyar pada sambutan peringatan Harlah ke 78 Muslimat NU menyampaikan tentang pentingnya garis politik NU agar memberikan ketenangan dan ketentraman. Sembari menyitir pendapat ulama legendaris Syaikh ibnu Athoilah Askandari yang menyatakan pokok segala kemaksiatan dan asal dari sebuah lupa, tidak bisa menjaga diri dan syahwat. "Karena rela disetiap oleh nafsu dan ambisonya.tidak bisa mengontrol nafsu dan ambisi asal dari pokok kemaksiatan," Kata KH Miftah. "Sedangkan pokok dari ketaatan  adalah tidak tunduk oleh nafsu dan ambisi. Muslimat NU sudah berusia 78 tahun.Ada pepatah menyatakan wanita dan manusia terbaik lahir dari rahim ibu. Dar rahim ibu-ibulah  lahir masyarakat yang baik, " sambungnya.

" Bangsa yang baik dari ibu.di dalam NU yang ahlussunah waljamaah tumbuh sikap tunduk dengan para pemimpin.Maka dengarkan dan patuhilah para pemimpin kalian yang harus ditati, " ajak KH Miftachul  Akhyar.

"Oleh karena itu yang taat dengan pemimpin akan dimulyakan.Orang-orang yang senang untuk menghiraukan dan menyebarkan berita buruk mereka akan mendapatkan siksa dunia akhirat, " tegas Rois Am.

"Karena itu mari kita sebarkan ketaatan karena itulah anda kader- kader NU dan Aswaja.

Manakala karena hal yang tidak mengenakan, jangan melawan ,sabar, kata Rasululah SAW. Mudahan Allah memberikankrsehatsn kita semuanya dan menjaga NKRI karena inilah ladang dakwah Politik NU adalah menjaga ketenangan dan ketentraman. Ladang berdakwah dengan Amar Makruf Nahy Munkar. Semoga Alloh memberikan keberkahan bertambah rezeki dan umur kita sekalian, " pungkas Rois Am pada puncak Harlah ke 78 Muslinat NU dan 101 Harlah NU di hadapan ratusan ribu jamaah Muslimat NU yang memenuhi Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (20/1). 

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan kegiatan utama dalam acara Harlah ke-78 Muslimat NU meliputi dzikir, doa, dan shalawat, serta tadarus Al-Qur'an dengan target khataman sebanyak 2024 kali. Jumlah tersebut mengacu pada tahun terkini, yakni 2024.

Harlah ke-78 Muslimat NU mengusung tema "Membangun Ketahanan Keluarga Untuk Menguatkan Ketahanan Nasional". Peringatan Harlah ke-78 ini diharapkan dapat menjadi momentum doa bersama untuk kemaslahatan Indonesia dan menunjukkan kesatuan Muslimat NU dalam mendukung nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.

Acara Harlah ke-78 Muslimat NU di GBK dimulai sejak 00.00-02.30 WIB: Khotmil Qur'an 2024 kali dipimpin oleh Dr Hj Romlah Widayati.

02.30-04.20 WIB diadakan Shalat Tahajud dan Shalat Hajat Berjamaah dipimpin KH A Muzakky Alhafidz).

04.20-04.45 WIB digelar Shalat Subuh Berjamaah dipimpin KH A Muzakky Alhafidz 

04.45-05.30 WIB dilanjutkan dengan Istighotsah, Tahlil dan Doa Khatmil Qur'an dipimpin Prof Dr KH Asep Syaifuddin Chalim.

05.30-06.45 WIB: Shalawat Bareng Ki Ageng Ganjur Yogyakarta.

06.45-07.00 WIB: Presiden memasuki Stadion GBK.

07.00-07.15 WIB: Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Muslimat NU dan Syubbanul Wathon oleh paduan suara PC Muslimat NU Jombang.

07.15-07.20 WIB: Pembukaan oleh MC.

07.20-07.25 WIB dibuka  dengan Pembacaan Ayat Suci Al Qur'an oleh Hj Maria Ulfah MA dan tim.

07.25-07.40 WIB: Sambutan Ketua Umum PP Muslimat NU oleh Dr Hj Khofifah Indar Parawansa.

07.40-07.45 WIB: Sambutan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

07.45-08.00 WIB: Tausiyah Rais 'Aam KH Miftachul Akhyar.

08.00-08.15 WIB: Pengarahan oleh Presiden RI Ir H Joko Widodo.

08.15-08.20 WIB: Persembahan Hymne Muslimat NU dan Padamu Negeri.

08.20-08.25 WIB ditutup dengan Pembacaan Doa oleh Habib Luthfi Bin Yahya.

Tampak sejumlah menteri Kabinet Kerja turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam acara ini. Selain itu hadir juga Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf dan Rais Am Syuriah PBNU KH. Miftahul Akhyar. (Aji)

Tidak ada komentar: