Header Ads

Header Ads
Selamat Datang di Website www.suarabamega25.com " KOMITMEN KAMI MEMBANGUN MEDIA YANG AKURAT DAN BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT " Alamat Redaksi Jl. Berangas KM. 2.5 No. 20 RT. 05 Desa Batuah Kotabaru Kalsel, Contact Mobile : 0812-5317-1000 / 0821-5722-6114.

Wabup Andi Rudi Latif Ikuti Rakornas Pengenalan IKN



Suarabamega25.com, Jakarta - Wakil Bupati Kabupaten Kotabaru hadiri Rapat Koordinasi Nasional Ibu Kota Nusantara ( IKN) yang dilangsungkan di Ball Room Hotel Kempinski Jakarta, Kamis (14/3/2023) sore.

Dikuti sebanyak 514 Bupati dan Walikota serta 38 Gubernur se-Indonesia, Perwakilan Menteri Dalam Negeri, Menteri PUPR, Menteri ATR/Kepala BPN RI, Menteri PPN/Kepala Bappenas RI dan Ridwan Kamil

Wakil Bupati Kotabaru Andi Rudi Latif, SH, MM mengatakan, tujuan dari R ini untuk menjalin kolaborasi de seluruh pemerintah daerah (Pemda) dalam membangun bersama-sama Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur, sebagai kota dunia untuk semua.

ALoncatan Peradaban Indonesia dan Potensi Kerjasama OIKN dengan Pemerintah Daerah", diantaranya Perwakilan Menteri Dalam Negeri, Menteri PUPR, Menteri ATR/Kepala BPN RI, Menteri PPN/Kepala Bappenas RI dan Ridwan Kamil, selaku Kurator IKN.


"Kehadiran kami Pemerintah Daerah untuk mendengarkan langsung arahan Pemerintah Pusat, sekaligus kesiapan Kabupaten Kotabaru sebagai daerah penyangga dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Kepala Otorita IKN Bambang Susantono dalam Rakornas tersebut memaparkan, pihaknya mengundang Pemerintah Kabupaten/Kota, Provinsi dan juga Kementerian/Lembaga, untuk bersama-sama menjalin kerja sama dalam membangun Ibu Kota Nusantara.

"Jadi harapan kami di OIKN melalui pertemuan ini, maka beberapa potensi kerja sama yang selama ini sudah mulai digagas dapat diwujudkan dalam waktu sesegera mungkin. IKN memang akan memasuki tahapan di mana nantinya potensi-potensi ekonomi, bisnis dari beberapa kabupaten/kota dan provinsi dapat dirajut serta diwadahi dalam pengembangan-pengembangan IKN, khususnya dalam pengembangan daerah di luar kawasan yang ada sekarang.

"Seperti kita ketahui bahwa sekarang ini masih berfokus pada KIPP, tetapi dari kenyataan di lapangan bahwa minat dari lima kali ground breaking senilai Rp49,6 triliun sudah mencakup di luar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) juga," jelas Bambang.

Terdapat beberapa wilayah pengembangan misalnya wilayah pengembangan IKN di barat agak sebelah utara yang memang sudah diminati oleh beberapa investor.

"Tentu saja dengan peluang-peluang itu, kita mengadakan beberapa roadshow pada tempat-tempat di mana pusat-pusat ekonomi itu berada, seperti di Surabaya, Medan, Makassar, dan tempat-tempat lainnya untuk mengundang para pelaku bisnis dari kabupaten/kota dan provinsi untuk bersama-sama membangun Nusantara.

Kata Bambang," Pemindahan IKN ke Kalimantan didasarkan pada beberapa pertimbangan keunggulan wilayah. Pertama, dari sisi lokasi, letaknya sangat strategis karena berada di tengah-tengah wilayah Indonesia yang dilewati alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) II di Selat Makassar yang juga berperan sebagai jalur laut utama nasional dan regional,"pungkasnya.(red)


Tidak ada komentar: