Inspektur Kotabaru: PMI Harus Aktif demi Kemanusiaan
Suarabamega25.com, Kotabaru – Inspektur Inspektorat Kotabaru, H. Ahmad Fitriadi F, S.H., M.Hum., CGRE., CGCAE., yang juga menjabat sebagai Pembina Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotabaru, memberikan tanggapan serius terkait penurunan aktivitas lembaga kemanusiaan tersebut belakangan ini. Beliau menilai PMI Kotabaru seolah sedang mengalami fase "mati suri", di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan stok darah.
Dalam keterangannya, H. Ahmad Fitriadi mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pelayanan darah di Kotabaru. Sebagai seorang pendonor aktif yang terdaftar di Unit Transfusi Darah (UTD) rumah sakit, beliau merasakan langsung adanya perubahan signifikan.
"Saat ini kami melihat kebutuhan darah untuk pasien gawat darurat terus meningkat. Namun, saya melihat PMI Kotabaru kurang 'gereget' belakangan ini. Padahal, dulu PMI sangat aktif dan responsif, bahkan memiliki kerja sama yang sangat baik dengan pihak rumah sakit dalam penyediaan stok darah," ujarnya.
Kurang aktifnya PMI berdampak pada pola masyarakat dalam mencari bantuan darah. Fitriadi menyoroti fenomena di mana masyarakat kini lebih banyak mencari donor melalui hubungan personal atau grup WhatsApp (WA) ketimbang melalui lembaga resmi.
"Sekarang lebih banyak hubungan per-personal, lewat grup WA dan sebagainya. Padahal kita punya lembaga yang bagus (PMI). Jika ini dikelola secara optimal, tentu akan sangat membantu masyarakat yang membutuhkan," tambahnya.
Sebagai Pembina PMI Kotabaru, H. Ahmad Fitriadi mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota PMI untuk merapatkan barisan dan melakukan evaluasi internal. Beliau menekankan pentingnya mengembalikan fungsi PMI sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tusi)-nya.
"Saya berharap PMI bisa tumbuh kembali dan berkibar untuk membantu masyarakat. Saya tidak tahu pasti persoalan apa yang ada di dalam hingga kegiatannya meredup, namun melalui media ini saya meminta kawan-kawan di PMI untuk duduk bersama," tegas Fitriadi.
Beliau menutup tanggapannya dengan menekankan bahwa musyawarah dan diskusi adalah jalan keluar untuk memperbaiki kinerja PMI Kotabaru ke depan demi kepentingan kemanusiaan di Bumi Saijaan.


Tidak ada komentar: