Dukung Pariwisata Nusantara, Bupati Kotabaru Hadir di Peresmian Dermaga TMII
Suarabamega25.com, Jakarta – Upaya melestarikan budaya sekaligus mempromosikan pariwisata daerah terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Salah satunya melalui pembangunan replika Pasar Terapung Tradisional di Danau Air Tawar Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yang menghadirkan suasana khas seperti di Lok Baintan.
Replika ini menampilkan aktivitas jual beli di atas jukung (perahu kecil) khas Banjar, lengkap dengan sajian kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga nuansa budaya yang autentik. Kehadiran pasar terapung ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan di ibu kota.
Peresmian dermaga pasar terapung tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, pada Sabtu (11/04/2026). Acara ini turut dihadiri berbagai pejabat, termasuk unsur Forkopimda Kalsel, kepala daerah se-Kalimantan Selatan, serta perwakilan kementerian terkait.
Dalam kesempatan itu, Bupati Kotabaru, Muhammad Rusli, hadir bersama rombongan dan menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan replika pasar terapung tersebut. Ia menilai, kehadiran ikon budaya ini di TMII akan berdampak positif terhadap peningkatan sektor pariwisata dan UMKM Kalimantan Selatan.
“Pemkab Kotabaru sepenuhnya mendukung kegiatan ini. Nantinya akan disesuaikan dengan potensi daerah, baik dari sisi UMKM maupun pariwisata,” ujar Rusli.
Acara peresmian berlangsung meriah dengan diawali penampilan tarian rudat dan tari kolosal dari Kabupaten Tabalong, serta peragaan busana sasirangan khas Banjar yang memukau para tamu undangan.
Gubernur Muhidin dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan pasar terapung di TMII tidak hanya bersifat seremonial, melainkan akan digelar secara berkelanjutan setiap akhir pekan dan hari libur. Berbagai aktivitas akan dihadirkan, mulai dari kuliner khas seperti Soto Banjar, produk UMKM, hingga pertunjukan seni budaya Banua.
“Kita ingin kegiatan ini terus berjalan. Jika tidak diisi secara konsisten, maka akan sulit berkembang. Karena itu, harus ada kolaborasi dan komitmen bersama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan panitia pelaksana agar menghadirkan suasana pasar terapung yang benar-benar menyerupai kondisi asli di Kalimantan Selatan, termasuk penggunaan jukung yang dipenuhi buah-buahan serta makanan khas langsung dari daerah.
Dengan hadirnya replika Pasar Terapung di TMII, diharapkan budaya khas Kalimantan Selatan semakin dikenal luas, tidak hanya oleh wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara, sekaligus menjadi penggerak ekonomi kreatif daerah.



Tidak ada komentar: