Prabowo Ingatkan Ancaman Hoaks: Perang Modern Kini Lewat Media Sosial
Suarabamega25.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat akan bahaya serius penyebaran hoaks dan fitnah di era digital. Menurutnya, ancaman terhadap kedaulatan negara kini tidak lagi hanya berbentuk serangan fisik, tetapi telah bergeser ke ruang digital yang lebih kompleks dan sulit dikendalikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam taklimat rapat kerja pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah wajah peperangan modern secara drastis.
“Dulu kirim pasukan, kirim bom, sekarang tidak perlu. Mungkin dengan permainan sosmed, dengan fitnah, hoaks,” tegasnya.
Kepala Negara menilai, penyebaran informasi palsu melalui media sosial dapat memecah belah persatuan bangsa, merusak kepercayaan publik, hingga melemahkan stabilitas nasional. Oleh karena itu, ia meminta seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk lebih waspada dan bijak dalam menerima serta menyebarkan informasi.
Prabowo juga menekankan pentingnya literasi digital sebagai benteng utama dalam menghadapi ancaman tersebut. Ia mendorong peningkatan edukasi kepada masyarakat agar mampu memilah informasi yang benar dan tidak mudah terprovokasi oleh konten yang menyesatkan.
“Pertahanan negara saat ini bukan hanya di darat, laut, dan udara, tetapi juga di ruang digital. Ini harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus memperkuat strategi komunikasi publik serta meningkatkan pengawasan terhadap penyebaran konten negatif di media sosial, guna menjaga keutuhan bangsa di tengah derasnya arus informasi global.
Dengan peringatan ini, Presiden berharap seluruh masyarakat dapat menjadi bagian dari pertahanan negara dengan tidak ikut menyebarkan hoaks, serta aktif menjaga persatuan di tengah tantangan era digital.


Tidak ada komentar: