Tuan Guru Muhammad Ramli, Sang Penjaga Ilmu Tauhid dari Martapura
Suarabamega25.com – Nama Tuan Guru Muhammad Ramli bin Tuan Guru Ahmad Rodhi memiliki tempat istimewa dalam sejarah ulama Martapura. Sosok kelahiran 1919 ini dikenal sebagai ulama yang sederhana, istiqamah dalam berdakwah, serta memiliki keluasan ilmu, khususnya di bidang tauhid, mantik, dan balaghah.
Perjalanan dakwah beliau dimulai sejak usia yang sangat muda. Saat baru berusia sekitar 15 tahun, beliau telah dipercaya mengajar di Pondok Pesantren Darussalam. Amanah besar tersebut menjadi bukti kecerdasan dan kedalaman ilmu yang telah dimilikinya sejak belia.
Di tengah kesibukannya membangun ekonomi keluarga dan membesarkan anak-anak, semangat beliau untuk berdakwah tidak pernah surut. Dakwah bagi Tuan Guru Ramli bukan sekadar aktivitas, melainkan pengabdian seumur hidup demi menyebarkan ilmu agama.
Seiring waktu, nama beliau semakin dikenal luas di Martapura. Kajian-kajian yang beliau sampaikan selalu dinantikan masyarakat, baik di madrasah, masjid, majelis taklim, maupun di Gedung Nahdlatul Ulama (NU) Martapura.
Selain dikenal alim, Tuan Guru Ramli juga merupakan sosok yang tegas dalam menyampaikan kebenaran. Beliau tidak segan menegur siapa pun yang dianggap melakukan kekeliruan, tanpa membedakan status sosial maupun jabatan. Namun ketegasan itu selalu disertai penjelasan yang bijaksana dan objektif berdasarkan ilmu.
Keilmuan beliau mendapat pengakuan dari banyak ulama besar Banjar. Salah satunya datang dari Tuan Guru Muhammad Zaini Abdul Ghani (Guru Sekumpul) yang pernah menyampaikan bahwa ayahanda beliau, Tuan Guru Ahmad Rodhi, merupakan ahli dalam ilmu sifat dua puluh dan keilmuan tersebut diwariskan kepada Tuan Guru Ramli. Guru Sekumpul juga menceritakan bahwa Tuan Guru Ramli mengajarkan kitab Kifayatul Awam dalam ilmu tauhid dan Hasyiyah al-Bajuri dalam fikih, sehingga para murid yang rutin mengikuti pengajian mampu memahami dasar-dasar ilmu tersebut hingga dapat mengajarkannya kembali.
Keahlian beliau dalam ilmu tauhid juga diakui oleh salah seorang gurunya, Tuan Guru Syarwani bin Abdan (Guru Bangil). Pengakuan itu menjadi bukti bahwa keluasan ilmu Tuan Guru Ramli merupakan hasil dari kesungguhan belajar dan bimbingan para ulama besar.
Di antara guru-guru beliau yang sangat berpengaruh adalah Hadratussyekh K.H. Kasyful Anwar, Kiai Abdul Qodir bin Hasan (Guru Tuha), Kiai Salim bin Ma'ruf, serta Kiai Syarwani bin Abdan (Guru Bangil).
Tidak hanya mengajar, Tuan Guru Ramli juga berhasil melahirkan banyak murid yang kemudian menjadi ulama besar Kalimantan Selatan. Di antaranya Guru Sekumpul, Tuan Guru Badaruddin (Guru Ibad), Tuan Guru Rosyad, Tuan Guru Abdussyukur, Tuan Guru Husin Mughni, Tuan Guru Khalilurrahman, Tuan Guru Syukri, hingga Tuan Guru Sya'rani Tayyib.
Pada tahun 1996, sekitar pukul 04.00 WITA bertepatan dengan malam Nisfu Syaban, Tuan Guru Muhammad Ramli berpulang ke rahmatullah dalam usia sekitar 77 tahun. Beliau dimakamkan di samping kediamannya dan hingga kini namanya tetap dikenang sebagai salah satu ulama yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan tradisi keilmuan Islam di Martapura.
Warisan terbesar beliau bukanlah harta benda, melainkan ilmu, keteladanan, dan kader-kader ulama yang terus melanjutkan perjuangan dakwah hingga sekarang. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, melapangkan kuburnya, meninggikan derajatnya di sisi-Nya, dan menjadikan ilmu yang diwariskan sebagai amal jariyah yang terus mengalir.
Al-Fatihah untuk Tuan Guru Muhammad Ramli bin Tuan Guru Ahmad Rodhi.
Semoga Allah SWT merahmati beliau, mengampuni segala khilafnya, melapangkan alam kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.


Tidak ada komentar: